Skip to main content

How technologies are shaping the Cities of Tomorrow?

By Alexandre Parilusyan, Vice President, WW Smart Cities, Dassault Systèmes

In Indonesia, people are drawn to the cities in search of a better life. There are currently about 10 million people crammed in Jakarta, the nation’s capital, although the city was built to accommodate five to six million people. The city’s notorious for its traffic jams. One study estimated that Jakarta can lose USD3 billion a year because of its traffic congestion. Seventy percent of the city’s air pollution comes from vehicles, most which are stuck starting and stopping most of the day as they crawl through gridlock traffic.

Globalization, urbanization, and climate change present significant challenges to cities worldwide.  In addition, with the increasing deployment of connected sensor technology, cities are rapidly growing beyond the capability of planners and city managers to administrate effectively. In parallel, urban residents and visitors, accustomed to the personalized experience of the web enabled by their smart devices, have ever-higher expectations for how technology will facilitate more engaging life, work and play experiences in the urban context.

Facing the complexity of today’s urban challenges, traditional methods and techniques of urban planning and design appear outdated.  Lessons can be learned from Industry where, for decades, designers and engineers have used collaborative 3D modeling, visualization and simulation to imagine, anticipate and test the behavior of complex systems in the virtual world before prototypes pass into production. 
Today the same software tools developed to address product complexity are providing the foundation for the virtual technology used to create urban environments and objects, such as buildings, utility networks, mobility systems and other infrastructures. 

One example is the Virtual Singapore project that the National Research Foundation in Singapore has built working with Dassault Systèmes as technology partner. Virtual Singapore includes a realistic and integrated 3D model of the island nation, complete with semantics and attributes, as well as static and dynamic city data and information. Virtual Singapore is powered to perform advanced simulation use cases, to enable dashboarding of the entire 3D city projects, and as single source-of-truth to enhance collaboration among Singapore’s government agencies. 

There is no doubt that planning and running a city is complex. It involves multiple departments and stakeholders, all looking into different areas of interest at the same time. Commercial and residential space, utilities and infrastructures, as well as, public services like education, healthcare, security, transportation just to name a few.

Virtual Singapore is revolutionising the way cities address their challenges and democratize the urban renewal process. It provides the collaborative platform where Singapore city officials, residents and businesses can leverage the power of virtual technologies to co-create innovative and integrated urban solutions for more livable, resilient cities and a more sustainable future. 

 

BAHASA

Di Indonesia, masyarakat tertarik untuk pindah ke kota demi mencari kehidupan yang lebih baik. Saat ini, ada sekitar 10 juta orang  yang memenuhi Jakarta, yang merupakan ibu kota negara, meski kota ini dibangun untuk menampung lima hingga enam juta orang. Kota ini terkenal dengan kemacetannya. Suatu studi memperkirakan bahwa Jakarta dapat kehilangan 3 miliar dollar  per tahun akibat kemacetan lalu lintasnya. Sebanyak 70%  polusi udara kota ini berasal dari kendaraan, yang sebagian besar terjebak kemacetan sepanjang hari seiring kendaraan-kendaraan ini berupaya melewati kemacetan lalu lintas.

Globalisasi, urbanisasi, dan perubahan iklim menghadirkan tantangan yang signifikan bagi kota-kota di seluruh dunia. Selain itu, dengan meningkatnya penyebaran teknologi sensor yang terhubung, kota-kota tengah berkembang pesat melampaui kemampuan para perencana dan pengelola kota dalam mengelola kota secara efektif. Secara paralel, penduduk kota dan para pengunjung, yang terbiasa dengan pengalaman personal web yang dimungkinkan oleh perangkat-perangkat cerdas mereka, memiliki harapan yang lebih tinggi  lagi tentang bagaimana teknologi akan memfasilitasi pengalaman hidup, bekerja dan bersenang-senang yang lebih menarik dalam konteks perkotaan.

Menghadapi kompleksitas tantangan urban masa kini, metode dan teknik perencanaan dan tata kota tradisional tampaknya ketinggalan jaman. Pembelajaran dapat diambil dari dunia Industri, di mana selama beberapa dekade, para perancang dan insinyur telah menggunakan pemodelan, visualisasi dan simulasi 3D kolaboratif untuk membayangkan, mengantisipasi dan menguji perilaku sistem-sistem yang kompleks di dunia maya sebelum prototipenya lolos ke tahap produksi. Saat ini, tool software yang sama yang dikembangkan untuk mengatasi kompleksitas produk menghadirkan fondasi bagi teknologi virtual yang digunakan untuk menciptakan lingkungan dan obyek perkotaan, seperti bangunan, jaringan utilitas, sistem mobilitas dan infrastruktur lainnya.

Salah satu contohnya adalah proyek Virtual Singapore yang dikembangkan oleh National Research Foundation di Singapura melalui kerja sama dengan Dassault Systèmes sebagai mitra teknologi. Virtual Singapore mencakup model 3D negara Singapura yang realistis dan terpadu, lengkap dengan semantik dan atributnya, serta data dan informasi kota yang statis dan dinamis. Virtual Singapore memiliki kemampuan untuk melakukan kasus penggunaan simulasi canggih, memungkinkan dashboarding seluruh proyek kota 3D, dan berfungsi sebagai sumber informasi tunggal guna meningkatkan kolaborasi antar lembaga pemerintahan Singapura.
Tidak diragukan lagi bahwa merencanakan dan menjalankan sebuah kota sangatlah kompleks. Hal tersebut melibatkan banyak departemen dan pemangku kepentingan, yang semuanya memiliki area minat yang berbeda-beda pada saat yang bersamaan. Area komersial dan pemukiman, utilitas dan infrastruktur, serta layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, dan transportasi hanyalah sebagian dari banyak area yang ada.
Virtual Singapore tengah merevolusi cara kota-kota mengatasi tantangan mereka dan mendemokratiskan proses pembaharuan perkotaan. Virtual Singapore menyediakan suatu platform kolaboratif, di mana pejabat kota Singapura, warga dan para pebisnis dapat memanfaatkan kekuatan teknologi-teknologi virtual guna menciptakan solusi-solusi perkotaan yang inovatif dan terpadu secara bersama-sama demi terwujudnya kota-kota yang lebih layak huni dan tangguh, serta masa depan yang lebih berkelanjutan.